Beransur, Jakarta 2 Desember 2025 – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali mencuri perhatian publik, kali ini saat tampil dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Pidato mengenai arah dan prospek ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 yang ia sampaikan tidak hanya fokus pada angka dan reformasi fiskal, tetapi juga disajikan dengan gaya yang dinilai membawa nuansa optimisme dan humor cerdas.

​Dalam acara yang diadakan di Park Hyatt Jakarta, Senin (1/12/2025), Menkeu Purbaya memaparkan strategi reformasi fiskal untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Namun, yang membuat pidato ini berbeda adalah caranya membawakan materi yang disebut-sebut oleh beberapa pihak seperti membawa “stand-up comedy berbalut kuliah makroekonomi tingkat dewa.

Meskipun disajikan dengan humor, substansi pidato Purbaya tetap padat dan strategis. Menkeu yang baru menjabat sejak September 2025 ini menekankan tiga kunci utama untuk mendorong ekonomi lebih cepat, yaitu:

​Pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Pemerataan manfaat pembangunan melalui program-program pro-rakyat.

​Stabilitas nasional yang dinamis.

​Purbaya menegaskan bahwa untuk mencapai pertumbuhan di masa depan, mesin ekonomi (sektor swasta dan pemerintah) harus bekerja selaras.

Kehadiran Purbaya di Rapimnas Kadin ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menyelaraskan langkah dunia usaha dalam mendukung agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

​”Saya tahu, bapak-bapak dan ibu-ibu pengusaha di sini pasti bosan dengerin saya ngomong angka-angka melulu. Saya juga bosan sebetulnya. Tapi mau bagaimana lagi, ini tugas. Masak saya suruh joget TikTok di sini?”

​”Intinya, ekonomi kita ini sudah mau ‘lari kencang’ lagi. Cuma kadang, ada remnya yang nyangkut. Remnya itu bukan di pemerintah saja, tapi juga di… nah, yang pakai jas-jas mahal di sini. Kadin harus gerak cepat! Jangan cuma tepuk tangan pas saya melawak, tapi pas disuruh investasi, mikirnya lama!”

​”Saya sudah kasih ‘resep’ pemulihan yang paling enak didengar. Tiga kunci tadi itu. Kalau mesin pemerintah sudah jalan kencang, terus mesin swasta (Kadin) malah jalan pelan sambil ‘ngopi’, ya percuma. Kita harus sinkron. Jangan sampai pemerintah lari ke timur, pengusaha malah lari ke gerai kopi yang baru buka di barat. Kalau begitu, Indonesia Emas 2045 nanti, kita cuma dapat ‘Indonesia Pucat’!”

​”Jadi, mari kita kerja. Saya urus ‘dapur’ fiskalnya, biar ‘masakan’ ekonomi kita jadi enak. Nah, Bapak-bapak sekalian, tugasnya yang ‘nyicipin’ dan ‘ngabisin’, dalam artian investasi, ekspansi, dan buka lapangan kerja. Jangan takut, saya jamin, ini bukan seminar MLM. Ini masa depan kita. Deal?”

​Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memang dikenal memiliki gaya komunikasi yang blak-blakan dan sering melontarkan sindiran cerdas dalam forum resmi, seperti saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR RI maupun ketika berinteraksi dengan siswa SMA, yang membuat suasana tegang menjadi pecah tawa.

Gaya unik ini dinilai berhasil membawa optimisme dan membuat isu-isu makroekonomi menjadi lebih mudah dicerna oleh berbagai kalangan.

#beransur #purbaya #kemenkeu #RAPIMNAS #KADIN #rapat #makro #ekonomi beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *