Beransur, Jakarta, 19 Januari 2026 – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) resmi melantik 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) sebagai bagian dari upaya memperkuat perumusan kebijakan strategis di bidang pertahanan. Pelantikan ini menjadi sorotan publik karena melibatkan sejumlah figur dari latar belakang profesional dan lintas disiplin.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang dikenal sebagai Noe Letto. Vokalis grup musik Letto tersebut merupakan putra budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Selain Noe Letto, Kemenhan juga melantik Frank Alexander Hutapea, putra sulung pengacara Hotman Paris Hutapea, sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa para tenaga ahli memiliki peran memberikan masukan, kajian, serta rekomendasi strategis sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Seluruh kontribusi tersebut disampaikan melalui forum dan mekanisme kerja Dewan Pertahanan Nasional yang telah ditetapkan.
“Dalam mekanismenya, tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku,” ujar Rico dalam keterangan resmi, Minggu (18/1/2026).
Menurut Rico, keberadaan para tenaga ahli diharapkan mampu memperkaya perspektif dalam penyusunan kebijakan pertahanan nasional. Masukan yang diberikan bersifat lintas sektor, mulai dari aspek sosial, kebudayaan, hingga komunikasi strategis yang dinilai relevan dengan tantangan pertahanan modern.
Ia menegaskan bahwa pengangkatan tenaga ahli tersebut tidak didasarkan pada latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya. Seluruh proses dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas kebijakan pertahanan nasional secara komprehensif dan objektif.
“Seluruh kontribusi tenaga ahli menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan dewan, termasuk Menteri Pertahanan. Pengisian ini sepenuhnya ditujukan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan nasional,” tegasnya.
Pelantikan 12 tenaga ahli ini diharapkan dapat memperkuat peran Dewan Pertahanan Nasional sebagai lembaga strategis dalam menghadapi dinamika keamanan dan pertahanan di tingkat nasional maupun global.
