Beransur, Bekasi, 26 Januari 2026 – Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan yang seringkali didominasi oleh konflik antar-kepentingan, muncul sebuah tren yang semakin menguat di masyarakat: Apatisme Politik. Banyak individu memilih untuk menarik diri sepenuhnya dari diskursus publik dengan alasan menjaga kesehatan mental dan ketenangan hidup.

Namun, benarkah menjauh dari politik menjamin hidup kita bebas dari dampaknya?
​​Bagi sebagian orang, politik dianggap sebagai area yang “kotor”, penuh keributan, dan melelahkan secara emosional. Ada semacam rasa aman semu yang muncul ketika seseorang memutuskan untuk tidak bicara, tidak memilih, bahkan tidak mau tahu.

​Ketika masyarakat memilih untuk pasif, mesin kebijakan tetap berputar. Keputusan-keputusan besar tetap diambil, aturan hukum tetap disusun, dan skema harga kebutuhan pokok tetap ditentukan di meja-meja kekuasaan.

​Dampaknya mungkin tidak terasa seketika, namun pelan-pelan ia menyentuh aspek paling privat dalam hidup sehari-hari. Kenaikan harga pangan dan ongkos transportasi. Kebijakan ketenagakerjaan yang menentukan sulit tidaknya mencari nafkah. Layanan publik yang birokratis dan berbelit. Seringkali, kita baru mengeluh saat dampak negatifnya terasa, namun lupa bahwa sebelumnya kita memilih untuk memberikan “cek kosong” kepada para pengambil kebijakan dengan cara tidak peduli.

​Penting untuk disadari bahwa menarik diri sepenuhnya bukanlah tindakan netral. Diam adalah sebuah pilihan, dan setiap pilihan memiliki konsekuensi. Ketika masyarakat yang kritis menarik diri, mereka sebenarnya sedang memberikan ruang luas bagi keputusan-keputusan penting dibuat tanpa adanya pengawasan atau suara dari mereka.

​Ikut terlibat dalam politik bukan berarti setiap orang harus turun ke jalan, berteriak di podium, atau menjadi pakar tata negara. Partisipasi yang sehat bisa dimulai dari langkah sederhana yaitu Mulai membaca dampak sebuah kebijakan bagi diri sendiri. Mempertanyakan transparansi penggunaan pajak atau efektivitas layanan publik. Menyadari bahwa mandat kekuasaan harus terus dikawal, bukan dilepaskan begitu saja.

​Pada akhirnya, politik bukanlah sekadar wacana di televisi atau perdebatan di media sosial. Politik adalah kenyataan yang mengatur hidup kita dari air yang kita minum hingga masa depan yang kita impikan. Menarik diri mungkin terasa menenangkan untuk sesaat, namun peduli adalah satu-satunya cara memastikan suara kita tetap berharga.

#beransurmedia #politik #berpolitik #tatanegara #publik #kebijakan #aturan #motivasi #buruk #baik #benar #salah beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *