Beransur, Teheran, 1 Januari 2025 – Situasi di Iran dilaporkan mencapai titik kritis setelah pemerintah secara resmi memberlakukan kebijakan shutdown atau penghentian aktivitas total di 21 provinsi, termasuk ibu kota Teheran. Langkah drastis ini diambil menyusul gelombang demonstrasi besar-besaran yang melumpuhkan berbagai sektor publik pada Rabu (31/12/2025).
Aksi protes dipicu oleh kondisi ekonomi yang kian memburuk. Masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan kemarahan atas melonjaknya harga kebutuhan pokok, tingginya angka pengangguran, dan nilai tukar mata uang yang terus merosot. Para demonstran menuntut solusi konkret dari pemerintah untuk mengatasi krisis yang dinilai sudah tidak tertahankan lagi bagi warga kelas menengah ke bawah.
Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa demonstrasi tidak hanya berpusat di ibu kota. Protes meluas ke sejumlah kota besar lainnya, di mana bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan mulai pecah di beberapa titik.
Ketegangan semakin diperparah dengan adanya pergantian pejabat penting di lingkungan pemerintahan secara mendadak. Analis politik menilai langkah pergantian pejabat ini justru menambah ketidakpastian dan memperkeruh stabilitas politik nasional di tengah kemarahan publik.
Demonstrasi di 21 provinsi ini mengakibatkan penutupan akses jalan utama dan penghentian layanan transportasi publik. Pasar-pasar besar dan pusat perbelanjaan di Teheran juga berhenti beroperasi mereka lebih memilih ikut menyuarakan hati. Layanan Publik Terbatas, Kantor pemerintahan hanya menjalankan fungsi darurat.
Pemerintah Iran menyatakan bahwa langkah ini diperlukan untuk menjaga keamanan nasional dan mencegah eskalasi kekerasan yang lebih luas. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih dipantau ketat oleh komunitas internasional yang mengkhawatirkan dampak kemanusiaan dari krisis tersebut.
#beransurmedia #iran #lumpuh #demontran #demontrasi #shutdown #krisis #keamanan #nasional
