Beransur, Bekasi 13 September 2025 – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan apresiasi tinggi kepada para kepala daerah di Jawa Barat yang berani menertibkan bangunan liar. Hal itu disampaikan dalam sambutan pada penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 di Lapangan Padurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Kamis (21/8/2025).

Menurut Dedi, penataan wilayah yang tegas dan konsisten telah membuat kawasan lebih tertata, aliran sungai kembali berfungsi, serta ruang publik dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal. Ia menegaskan, keberanian kepala daerah merupakan kunci terciptanya lingkungan kota dan kabupaten yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi bahkan memberi julukan khusus. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dinilai pantas menyandang gelar “Ratu Bongkar”, sementara Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang disebut sebagai “Raja Bongkar”. Keduanya dianggap berani dalam melaksanakan penertiban meski berhadapan dengan risiko sosial maupun politik.

Selain itu, Dedi menyebut lima kepala daerah paling berani dalam urusan penataan, yakni:

1. Wali Kota Bekasi

2. Bupati Bekasi

3. Bupati Purwakarta

4. Bupati Subang

5. Bupati Bogor

“Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam program TMMD membuktikan bahwa pembangunan bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan hasil gotong royong demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Dedi.

Bupati Bekasi Ade Kuswara sendiri melaporkan bahwa ribuan bangunan liar di bantaran sungai telah ditertibkan dalam beberapa bulan terakhir. Langkah itu dilakukan untuk memulihkan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS), mengurangi risiko banjir, serta membuka ruang hijau baru.

Gubernur menegaskan bahwa upaya penertiban harus diiringi dengan penyediaan fasilitas publik, ruang terbuka hijau, serta rencana relokasi yang manusiawi bagi warga terdampak. Ia berharap kepala daerah lain terus mengikuti langkah tegas ini demi tercapainya lingkungan yang lebih sehat, tertib, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *