Beransur, Depok, 15 Februari 2026 – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimismenya terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Dalam orasi ilmiahnya di hadapan wisudawan Universitas Indonesia (UI) pada Sabtu (14/2), Purbaya meyakinkan masyarakat untuk tidak perlu khawatir berlebihan terhadap isu “masa depan suram” atau kondisi dunia yang “gelap”.

​Purbaya mengungkapkan bahwa struktur ekonomi Indonesia memiliki fondasi yang unik karena tidak terlalu bergantung pada dinamika pasar internasional. Menurutnya, sekitar 90 persen perekonomian nasional ditopang oleh permintaan domestik, sementara sisanya hanya 10 persen yang berasal dari permintaan global.

​”Jadi kalau yang 10 persen amburadul, saya hidupkan yang 90 persen. Kita harusnya masih nggak apa-apa. Intinya adalah, Anda jangan takut, nasib kita di tangan kita sendiri,” tegasnya.

​Beliau juga menyayangkan minimnya peran ekonom yang menyoroti fakta besarnya kontribusi domestik ini, sehingga sering kali melahirkan asumsi pesimis di tengah masyarakat.

​Dalam penjelasannya mengenai business cycle (siklus bisnis), Menkeu menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia saat ini sedang berada dalam fase percepatan. Setelah melewati masa resesi pada tahun 2020 akibat pandemi, Indonesia kini memasuki pola ekspansi yang biasanya berlangsung selama 7 hingga 10 tahun.

​”Resesi kita terakhir tahun 2020, 2023 kita memasuki fase ekspansi lagi. Kalau kita pintar, kita bisa ekspansi itu sampai 2033 sebelum ekonominya melambat lagi,” terang Purbaya.

​Purbaya menilai Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh di angka 6,7 persen hingga 7 persen. Pertumbuhan pada level ini dinilai krusial agar negara mampu menyerap tenaga kerja baru secara optimal. Namun, untuk bertransformasi menjadi negara maju seperti Jepang, Korea, atau China, Indonesia ditantang untuk mencapai pertumbuhan dua digit selama lebih dari satu dekade.

​Menkeu secara khusus menitipkan pesan kepada para lulusan UI untuk ikut berkontribusi dalam mengelola permintaan dalam negeri.

​”Kalau Anda nanti pintar-pintar mengurus permintaan dalam negeri tadi, walaupun ekonomi gonjang-ganjing, kita bilang go to hell,” ujarnya yang disambut antusias oleh para wisudawan.

Pesan utama Menkeu adalah kedaulatan ekonomi. Dengan memaksimalkan potensi pasar internal, Indonesia memiliki perisai alami terhadap krisis global.

#beransurmedia #purbaya #menkeu #kemenkue #gonjang-ganjing #indonesia #ekonomi #depok #gotohell #krisisglobal beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *