Beransur, Jakarta, 4 April 2026 – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan komitmennya untuk tetap menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Meski situasi keamanan di wilayah tersebut kian dinamis dan adanya tekanan publik untuk menarik diri, TNI akan tetap memberangkatkan 756 personel baru sebagai bagian dari rotasi pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada akhir Mei 2026 mendatang.
Penegasan ini muncul di tengah desakan agar Indonesia mengikuti jejak pemerintah Malaysia yang memutuskan untuk menarik pasukannya dari misi tersebut. Namun, Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia bersifat independen.
Dalam keterangannya, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menekankan bahwa keputusan Indonesia tidak bisa disandingkan dengan kalkulasi politik negara tetangga. Indonesia dalam misi PBB bersifat independen dan tidak dipengaruhi oleh siapapun termasuk keputusan negara tetangga.
“Kalau Malaysia punya hitung-hitungan sendiri, ya itu kita serahkan kepada pemerintah Malaysia,” ujar Iwan selepas melayat ke rumah salah satu prajurit yang gugur di Lebanon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026).
Iwan menambahkan bahwa menjaga perdamaian dunia adalah amanat konstitusi yang harus dijalankan. Jadwal keberangkatan pun telah dikoordinasikan dengan Markas Besar PBB, yakni pada 22 Mei 2026. Jumlah 756 personel yang dikirimkan merupakan kuota penuh yang diminta oleh PBB untuk menggantikan prajurit yang telah bertugas selama lebih dari satu tahun di daerah misi.
“Tanggal 22 Mei rencana rotasi ini akan segera dilaksanakan sesuai dengan waktu pengugasan satu tahun di daerah misi. Satu tahun lebih mereka berada di sana,” ucap Jenderal bintang dua tersebut.
Keputusan untuk tetap melanjutkan misi ini diambil di tengah suasana duka yang menyelimuti korps TNI. Sepanjang Maret 2026, tercatat tiga prajurit terbaik Indonesia gugur saat menjalankan tugas di Lebanon selatan:
Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon: Gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).
Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan: Gugur akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan pada Senin (30/3/2026).
Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar: Gugur dalam insiden ledakan kendaraan yang sama dengan Sertu Nur Ichwan.
TNI menilai rotasi ini sangat krusial mengingat beban psikologis dan fisik para prajurit yang telah melampaui masa penugasan standar.
Dengan demikian, saat ini tersisa 753 prajurit TNI yang masih bertugas di wilayah misi. Iwan berharap seluruh sisa personel yang saat ini masih berada di Lebanon dapat menyelesaikan misi dengan baik dan kembali ke tanah air tanpa kekurangan satu pun.
“Insya Allah kembali semuanya selamat ke Indonesia,” tuturnya.
Pemerintah Indonesia juga meminta Dewan Keamanan memantau dan meminta hasil penyelidikan secara tegas, serta menuntut pertanggungjawaban hukum para pelaku tanpa memberikan kekebalan dalam kasus serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut.
Berbicara dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Situasi di Timur Tengah, Selasa, Umar mengutuk serangan keras terhadap pasukan UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026. Indonesia juga mendesak semua pihak, termasuk Israel, menghentikan agresi serta mematuhi hukum internasional guna menjamin keselamatan personel dan perlindungan aset milik Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia tetap konsisten memegang teguh peran sebagai kontributor pasukan perdamaian terbesar di dunia, meskipun risiko keamanan di wilayah konflik terus meningkat.
Dewan Keamanan diminta menegaskan kembali prinsip perlindungan pasukan menjaga perdamaian serta mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan keselamatan mereka dari serangan lanjutan.
Indonesia menegaskan komitmennya terhadap perdamaian dunia serta mendesak Dewan Keamanan untuk bertindak tegas, bersatu, dan jelas dalam menanggapi kejadian tersebut.
Ia menyatakan Indonesia bersama Prancis meminta pertemuan Dewan Keamanan sebagai wujud komitmen jangka panjang terhadap operasi pemeliharaan perdamaian PBB sejak tahun 1957.(Muh/*)
#beransurmedia #TNI #lebanon #siaga #keamanan #keadilan #penjagaan #wilayahkonflik #UnitedNationsInterimForceinLebanon #UNIFIL beransur.com
