Beransur, Bekasi, 25 Januari 2026 – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melontarkan kritik pedas terhadap para pengembang (developer) perumahan di wilayah Bekasi. Ia menilai para pengembang kerap tidak bertanggung jawab kepada konsumen ketika hunian yang mereka bangun justru dilanda banjir. Kritik tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Kang Dedi ini menyusul banyaknya laporan warga perumahan yang merasa ditelantarkan oleh pihak pengembang saat bencana banjir melanda.
Kritik Terhadap “Janji Manis” Marketing,Melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Jumat (23/1/2026), Dedi menyatakan keprihatinannya atas sikap tertutup para pengembang. Ia menyoroti kontrasnya sikap developer saat masa promosi dibandingkan dengan saat terjadi masalah.
“Dan yang paling prihatin adalah saat warga mengalami kebanjiran, developer yang dulu mempromosikan sebagai kawasan yang aman dan nyaman bagi hunian tidak pernah menemui konsumennya yang hari ini berteriak-teriak,” ujar Dedi.
Mantan Bupati Purwakarta tersebut menegaskan bahwa para pengembang saat ini justru terlihat lebih sibuk mengurus perizinan proyek baru daripada bertanggung jawab atas dampak lingkungan di proyek yang sudah ada. Ia menyayangkan sikap egois tersebut mengingat banjir yang terjadi seringkali disebabkan oleh janji-janji fasilitas yang tidak sesuai realita.
Dedi mengajak seluruh pengembang di Jawa Barat, khususnya di wilayah terdampak banjir, untuk berani menghadapi masyarakat dan bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Mereka lebih sibuk mengajukan izin baru. Untuk itu saya mengajak kepada para pengembang perumahan di seluruh provinsi Jawa Barat, di daerah-daerah perumahan yang dibangun yang hari ini dilanda banjir, sebaiknya turun temui warga dan sama-sama cari solusi dengan pemerintah,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Gubernur menekankan bahwa pembenahan persoalan banjir tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah provinsi maupun daerah. Menurutnya, developer memiliki kewajiban moral dan materiil karena telah meraup keuntungan dari penjualan hunian tersebut.
“Jangan segala sesuatunya dibebankan kepada pemerintah, karena bagaimanapun ketika mengembangkan perumahan pasti dulu mendapatkan keuntungan,” pungkas Dedi.
Langkah tegas ini diharapkan dapat mendorong para pengembang di Bekasi dan sekitarnya untuk segera memperbaiki sistem drainase serta tata kelola lingkungan perumahan demi kenyamanan konsumen jangka panjang.
#beransurmedia #developer #bekasi #kotabekasi #kabupatenbekasi #kabbekasi #dedimulyadi KDM #banjir #bencanabanjir #bencana #perumahan #bebasbanjir
