Beransur, Bandung, 4 Febuari 2026 – Tokoh publik Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kembali memberikan pernyataan menohok terkait koordinasi pemerintah daerah dalam menangani masalah sampah. Dalam sebuah sesi wawancara, pria yang identik dengan ikatan kepala putih tersebut menyoroti sikap para Bupati dan Walikota yang dinilai kurang responsif terhadap instruksi pimpinan di atasnya.

​KDM mengungkapkan bahwa selama ini urusan sampah seolah-olah hanya menjadi beban pikiran Gubernur. Namun, kini dengan turunnya instruksi langsung dari Presiden terkait kebersihan lingkungan, ia berharap tidak ada lagi alasan bagi pemerintah daerah untuk abai.

KDM menyentil fenomena di mana Bupati dan Walikota kerap “ngotot” atau sulit berkoordinasi saat Gubernur memberikan instruksi mengenai pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa urusan sampah kini sudah menjadi atensi di tingkat pusat.

“Hari ini Presiden menginstruksikan hal yang sama,” ujarnya.

Dengan nada sarkasme yang halus, KDM mempertanyakan kepatuhan para kepala daerah.

“Kalau Gubernur kurang begitu didenge, masa Presiden juga tidak mau didenge?”
​”Kan kita harus didenge. Bupati dan Walikota seharusnya malu kalau lingkungannya tidak bersih.” — Dedi Mulyadi

Mulyadi menekankan bahwa masalah sampah bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan urusan harga diri daerah. Ia mendorong adanya sinergi yang nyata antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar masalah lingkungan tidak hanya menjadi wacana di atas kertas, tetapi benar-benar dieksekusi di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada daerah yang dinilai serius mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Ia mencontohkan Kabupaten Ciamis yang sukses membawa pulang penghargaan Adipura 2026.

“Saya ucapkan terima kasih. Ciamis itu termasuk yang (dapat) Adipura,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan sampah yang menjadi salah satu masalah krusial yang dihadapi bangsa Indonesia. Berdasarkan proyeksi, Indonesia akan menghadapi masa kritis penumpukan sampah dalam waktu dekat.

Hampir semua tempat pembuangan akhir (TPA) sampah se-Indonesia diprediksi akan mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity).

“Masalah bangsa ini sekarang adalah juga yang sangat krusial adalah masalah sampah. Sampah ini menjadi masalah, diproyeksikan hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028 bahkan lebih cepat,” ucap Prabowo.

Pesan ini menjadi pengingat bagi para Bupati dan Walikota bahwa kebersihan wilayah adalah tolok ukur keberhasilan kepemimpinan mereka di mata rakyat dan pimpinan negara.

#beransurmedia #bandung #kotabandung #gedungsate #KDM #kangdedimulyadi #dedimulyadi #prabowosubianto #TPA #sampah #dengar #lingkunganbersih #bersih #sejuk #damai #indah beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *