Beransur, Jakarta, 24 Januari 2026 – Pemerintah mengambil langkah tegas untuk merespons tingginya harga bibit ayam atau Day Old Chick (DOC) yang terus mencekik para peternak mandiri. Melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian, pemerintah mengumumkan rencana pembangunan 12 pabrik pakan dan fasilitas produksi DOC milik negara sebagai solusi permanen menstabilkan harga pasar.

​Langkah ini diambil setelah upaya diplomasi dan kesepakatan harga dengan para produsen besar dinilai gagal total di lapangan.

​Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan kekecewaannya terhadap para pelaku industri besar. Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan harga kesepakatan sebesar Rp11.000 di tingkat produsen dan Rp12.000 di tingkat hilir. Namun, fakta di lapangan menunjukkan harga tetap melambung tinggi.

​”Aku sudah minta minggu lalu harganya Rp11 ribu di produsen. Clear. Dan minta di ujung Rp12 ribu. Apa yang terjadi? Tidak berubah harganya. Berteriak peternak kecil,” ujar Amran dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

​Amran mencatat bahwa bulan lalu harga DOC bahkan sempat menembus angka Rp14.000 per ekor. Angka ini jauh melampaui harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp9.000.

​Melihat situasi yang tidak kunjung membaik, pemerintah memutuskan untuk tidak lagi bergantung pada komitmen produsen swasta. Pembangunan pabrik pakan dan DOC secara mandiri oleh negara dianggap sebagai satu-satunya cara untuk memutus rantai ketergantungan peternak kecil terhadap korporasi besar.

​”Solusinya adalah negara akan membangun pabrik pakan dan produksi DOC. Ini solusi permanen. Doakan ini (kenaikan harga) tidak terjadi lagi,” tegas Amran.

​Pembangunan 12 unit pabrik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia ini akan melibatkan Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara). Proyek strategis ini direncanakan akan segera memulai peletakan batu pertama dalam waktu dekat.

​”Melibatkan Danantara, doakan 28 Januari groundbreaking,” tambahnya.

​Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem peternakan yang lebih sehat, di mana pemerintah memiliki instrumen intervensi langsung saat harga pakan dan bibit mulai tidak terkendali, sehingga peternak kecil tidak lagi menjadi pihak yang paling dirugikan.

#beransurmedia #danantara #ternak #peternak #pakan #ayam #pertenakan #pabrik #unggas beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *