Beransur, Jakarta, 14 Februari 2026 – Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan segar namun bermakna mendalam terkait gaya kepemimpinannya dan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut bahwa masyarakat mungkin saja merasa Indonesia membutuhkan sentuhan sistem yang “sedikit otoriter” khusus untuk menindak para koruptor.

​Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

​Mulanya, Prabowo menyinggung kritik dari sejumlah kelompok yang kerap menyematkan label otoriter kepada dirinya. Ia mempertanyakan keluhan-keluhan tersebut di hadapan para peserta yang hadir.

​”Jadi jangan ini loh, ada kelompok-kelompok yang selalu mengeluh, Indonesia beginilah, Prabowo otoriter lah, bener enggak?” ujar Prabowo disambut perhatian hadirin.

​Namun, ia kemudian bergumam mengenai aspirasi rakyat yang mungkin berbeda dengan kritik para pengamat. Menurutnya, ada kemungkinan rakyat justru menginginkan tindakan tegas dan keras dalam penegakan hukum, terutama terhadap pelaku tindak pidana korupsi.

​”Tapi kalau ditanya rakyat, jangan-jangan perlu juga sedikit-sedikit otoriter, jangan-jangan, untuk melawan koruptor-koruptor itu,” imbuh Prabowo.

​Prabowo tidak menampik bahwa ada sistem pemerintahan di negara lain yang mungkin terlihat sangat efektif karena kestabilannya, meski berbeda dengan demokrasi yang dianut Indonesia. Ia menyebut banyak negara yang situasinya jauh lebih ekstrem.

​”Tapi kita demokratis, jadi kita masih moderat ya. Banyak negara lain nggak tahu dah, hari ini ada, besoknya nggak ada. Iya kan? Jangan-jangan efektif yang itu, jangan-jangan,” selorohnya lagi.

​Meski demikian, Presiden segera menyadari bahwa ucapannya tersebut dipantau oleh media dan perwakilan negara sahabat.

“Aduh ini ada banyak wartawan ya. Waduh ada lagi banyak duta besar nih, negara Barat lagi, waduh,” ucap Prabowo yang langsung memicu gelak tawa di ruangan.

​Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa dirinya adalah produk asli dari sistem demokrasi Indonesia. Ia menekankan bahwa tanpa mekanisme pemilihan demokratis, tidak mungkin dirinya bisa menduduki kursi kepresidenan.

​”Untung kita masih negara demokrasi kan? Bener? Demokrasi apa, agak demokrasi ya. Agak ya, lumayan lah demokrasi kita kan? Kalau tidak ada demokrasi, saya tidak jadi presiden loh Saudara-saudara. Iya kan? Bener enggak?” tutupnya dengan nada berkelakar.

​Pernyataan ini seolah menegaskan posisi pemerintah yang tetap berada di jalur moderat, sembari tetap membuka ruang diskusi mengenai ketegasan hukum yang lebih kuat di masa depan.

#beransurmedia #presidenRI #PrabowoSubianto #prabowo #hukum #korupsi #sistemotoriter #koruptor #demokrasi #berkelakar beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *