Beransur, Aceh 8 Desember 2025 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah terlatih untuk membantu membersihkan puing kayu sisa banjir bandang yang melanda pemukiman penduduk di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh pada akhir November lalu.
Kepala KSDA Wilayah Sigli, Aceh, Hadi Sofyan, menyatakan bahwa empat gajah yang dikerahkan berasal dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Seulawah.
“Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor, dan semuanya dari PLG Seulawah,” kata Hadi Sofyan di Pidie Jaya, Senin (8/12).
Keempat gajah yang diperbantukan tersebut bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni.
Pada Senin (8/12) ini, para mahot (pawang gajah) membawa keempat mamalia besar itu untuk memulai pembersihan puing-puing kayu di pemukiman penduduk Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Hadi Sofyan menjelaskan, gajah-gajah jinak tersebut bertugas melakukan pembersihan puing kayu dan material pascabencana, khususnya di lokasi yang tidak bisa dilewati oleh alat berat.
“Kita target pembersihan di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya,” ujarnya.
Gajah-gajah tersebut akan membantu membersihkan material yang tersangkut di rumah-rumah penduduk, membuka akses jalan menuju rumah warga yang tertimbun bekas banjir, dan bahkan membantu evakuasi apapun yang ditemukan di lokasi, termasuk korban yang mungkin belum ditemukan. Gajah juga dapat digunakan untuk mengantar logistik kepada para korban.
Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Iptu Fauzi Admaja, mewakili Kapolres Pidie Jaya, menyampaikan bahwa kehadiran gajah-gajah terlatih ini sangat membantu upaya pembersihan.
“Empat gajah yang kita datangkan bersama BKSDA Aceh hari ini sudah berada di lokasi. Mereka langsung kita kerahkan untuk menarik kayu-kayu besar serta material berat lainnya yang menumpuk akibat banjir,” ujar Fauzi.
Sementara itu, Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, menambahkan bahwa tujuan kedatangan gajah ini bukan hanya sebatas pembersihan fisik, tetapi juga sebagai bentuk dukungan psikologis (trauma healing) bagi anak-anak korban banjir.
“Gajah-gajah ini kita datangkan bukan hanya untuk mengangkat material berat, tetapi juga untuk kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kehadiran gajah dapat menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka,” jelas Kapolres.
Pengalaman Panjang Sejak Tsunami 2004
Gajah-gajah yang membantu pembersihan ini dijadwalkan bertugas selama tujuh hari, dengan batas waktu hingga 14 Desember 2025.
Hadi Sofyan menerangkan bahwa gajah jinak ini memiliki pengalaman panjang dan terbukti efektif dalam penanganan pascabencana.
“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, termasuk saat tsunami di Aceh, kehadiran gajah sangat membantu membersihkan puing-puing,” ungkap Hadi, mengenang peran gajah saat bencana tsunami Aceh pada 2004 silam.
Saat ini, fokus utama BKSDA dan tim adalah membantu penanganan di Pidie Jaya.
”Sejauh ini belum ke daerah lainnya, karena masih perlu survei dan akses ke kabupaten lain belum bisa dijangkau. Ke depan, jika diperlukan, kami siap membantu,” tutup Hadi.
#beransur #aceh #gajah #terlatih #bencanaalam #banjir #hadi #BKSDA beransur.com
