Beransur, Jakarta, 18 Maret 2026 – Adopsi ekonomi digital di Indonesia terus menunjukkan tren penguatan yang signifikan. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, melaporkan bahwa volume transaksi pembayaran digital nasional berhasil tumbuh sebesar 40,35 persen secara year-on-year (yoy) pada Februari 2026.

​Dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar secara daring pada Rabu (18/3), Perry mengungkapkan bahwa total volume transaksi digital telah menembus angka 4,67 miliar transaksi.

“Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” ujar Perry saat konferensi pers RDG BI, Selasa (17/3/2026).

​Salah satu pendorong utama lonjakan ini adalah penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Tercatat, transaksi melalui QRIS mengalami pertumbuhan eksponensial mencapai 133,2 persen (yoy). Kinerja impresif ini dipicu oleh terus bertambahnya jumlah pengguna serta perluasan jaringan merchant di seluruh penjuru tanah air. Ia merinci, adapun transaksi melalui mobile banking dan internet banking masing-masing hanya tumbuh 9,49% (yoy) dan 22,16% (yoy).

​Dari sisi infrastruktur sistem pembayaran ritel, layanan BI-FAST terus diminati masyarakat. Pada Februari 2026, BI-FAST memproses 434 juta transaksi atau tumbuh 31,49 persen (yoy), dengan total nilai transaksi mencapai Rp1.092 triliun.

​Sementara itu, untuk transaksi nilai besar melalui BI-RTGS, volume transaksi tercatat sebanyak 0,76 juta transaksi. Meski volumenya mengalami perlambatan sebesar 5,33 persen (yoy), namun secara nominal tetap tumbuh 9,19 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp16.105 triliun.

​Di sisi lain, meski digitalisasi masif dilakukan, pengelolaan uang tunai tetap terjaga. Perry melaporkan bahwa Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Februari 2026 tumbuh sebesar 15,78 persen (yoy), sehingga total posisinya mencapai Rp1.287 triliun.

BI juga memastikan stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, tercermin dari infrastruktur yang andal serta struktur industri yang sehat. Interkoneksi antar pelaku sistem pembayaran terus menguat seiring meluasnya ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

​Capaian-capaian ini menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mempercepat transformasi digital nasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, BI akan terus memperkuat sistem pembayaran, termasuk manajemen risiko dan keandalan infrastruktur teknologi, sejalan dengan implementasi regulasi terbaru.

Selain itu, BI juga memastikan kelancaran transaksi selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H, baik melalui sistem pembayaran nontunai maupun penyediaan uang tunai yang memadai di seluruh wilayah Indonesia.

#beransurmedia #qris #BI #BankIndonesia #pembayarannontunai #ramadhan #idulfitri1447H #PerryWarjiyo #ekonomi #pertumbuhan #transaksi #digital #transaksidigital #uangtunai #uangdigital #bank #pembayaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *