Beransur, Agam (Sumatra Barat), 2 Januari 2026 – Bencana alam tanah longsor melanda kawasan Kelok 1, tepatnya di Pasa Maninjau, Kabupaten Agam, pada Kamis dini hari (1/1/2026). Peristiwa yang terjadi di tengah cuaca ekstrem ini mengakibatkan kerusakan parah pada pemukiman warga dan melumpuhkan akses transportasi utama di wilayah tersebut.
Longsor terjadi secara mendadak saat sebagian besar warga masih terlelap. Material tanah yang bercampur dengan bebatuan besar meluncur dari lereng perbukitan dan langsung menghantam area pemukiman di bawahnya. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu utama jenuhnya kondisi tanah di kawasan perbukitan Maninjau.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Gafur mengatakan, pihaknya terus memonitor langsung banjir bandang dari aliran sungai Muaro Pisang di Jorong Pasa, Nagari Maninjau. Kejadian ini berlangsung sejak Rabu, 31 Desember 2025 sekitar pukul 21.00 WIB akibat tanah longsor di tepi bukit sekitar kelok 25, Jorong Kuok Kuok Tigo Koto Nagari Matua Mudik, Kecamatan Matur.
“Material longsor berupa lumpur, kayu dan bebatuan menutupi akses jalan sepanjang 30 meter dengan ketinggian satu meter. Akses jalan putus dan semua kendaraan tidak bisa melewatinya, sehingga saat ini” terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan 4 unit rumah warga, 3 unit kedai dan 2 unit villa mengalami kondisi kerusakan berat sehingga tidak lagi layak untuk ditempati. Foto-foto di lokasi menunjukkan ratusan rumah warga lainnya termaksuk fasilitas umum sekolah dan perkantoran masuk material lumpur.
Selain bangunan, dampak paling signifikan adalah terputusnya akses jalan secara total. Material longsor tidak hanya menutupi jalan, tetapi juga merusak sebagian struktur aspal, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas.
“Berdasarkan kondisi pantauan udara dari kelok 9 menuju kelok 25 tidak dapat material longsor yang menutupi aliran sungai Batang Pisang, dan debit air sungai tidak besar tetapi air cukup deras menuju Rutan Maninjau. saat ini, satu unit Beko Loader PUTR Agam stanbye untuk pembersihan material yang menutupi akses jalan.” ujar Abdul Gafur
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Warga yang terdampak dilaporkan telah berhasil dievakuasi dan saat ini mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman, baik di rumah kerabat maupun posko pengungsian sementara.
Pihak berwenang dan tim penyelamat sedang berupaya melakukan koordinasi untuk:
Mengerahkan alat berat guna membersihkan material longsor.
Melakukan pendataan kerugian materil secara mendalam.
Memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi.
Pemerintah setempat mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan yang masih fluktuatif. Bagi pengendara yang hendak menuju atau melewati kawasan Maninjau, disarankan untuk mencari jalur alternatif hingga proses pembersihan selesai dilakukan.
#beransurmedia #sumatrabarat #longsor #agam #PasaManinjau #bukittinggi #abdulgafur beransur.com
