Beransur, Padang 27 November 2025 – Banjir merendam akses jalan Kota Padang-Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tepatnya di daerah Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Akibatnya, jalan Kota Padang-Kota Bukittinggi tersebut tak bisa dilalui.
”Belum bisa dilalui. Saya dan pengendara lain terpaksa berhenti sejak pukul 07.00 WIB tadi,” kata salah seorang sopir truk, Doni, di Kabupaten Padang Pariaman.
Ketinggian air di lokasi diperkirakan mencapai 40 hingga 50 sentimeter, yang disebabkan oleh luapan Sungai Batang Anai.
Beberapa kendaraan roda dua yang nekat menerobos dilaporkan mengalami mogok. Para pengendara terpaksa mendorong kendaraan mereka ke lokasi yang lebih aman karena tingginya genangan air.
Cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat telah menimbulkan dampak yang memilukan.
Korban Jiwa: Juru Bicara BPBD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Ilham Wahab, pada Kamis (27/11/2025) siang, menyatakan total sembilan (9) orang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di beberapa titik.
Korban jiwa ini tercatat di tiga wilayah, yaitu satu di Kabupaten Pasaman Barat, tiga di Kabupaten Agam, dan lima lainnya di Kota Padang (termasuk empat warga Lubukminturun yang meninggal akibat banjir bandang di Kecamatan Koto Tangah).
BPBD menyatakan bahwa jumlah korban jiwa ini berpotensi bertambah mengingat proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung intensif.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam akibat cuaca ekstrem di daerah tersebut selama dua pekan, mulai dari Rabu (25/11/2025) hingga Senin (8/12/2025).
Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri terus berupaya melakukan evakuasi dan penanganan, termasuk pembukaan kembali akses jalan utama. Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sumbar juga meliburkan sekolah selama periode Kamis-Sabtu (27-29/11/2025).
#beransur #BPBD #TNI #POLRI #sumaterabarat #padang #bukittinggi #pasamanbarat #agam #kototangah #cuaca #ekstrem #sumbar #ilhamwahab #batanganai #pasarausang #pariaman
