bangunan pesantren ambruk

Beransur, Sidoarjo 2 Oktober 2025 – Suasana duka masih menyelimuti Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Hingga Rabu malam, 1 Oktober 2025, upaya evakuasi korban musala yang ambruk sejak Senin lalu belum juga tuntas. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Jawa Timur, TNI-Polri, hingga Damkar terus bekerja tanpa henti, siang dan malam, menggali harapan di balik puing-puing yang menelan belasan santri.

Petugas sebelumnya sudah mengibarkan kode hitam—indikasi bahwa di balik reruntuhan terdapat korban yang tak lagi bernyawa. Meski demikian, tim SAR tetap menaruh harapan. Mereka meyakini masih ada korban lain yang bertahan hidup, sehingga setiap langkah pencarian dilakukan hati-hati, menggunakan berbagai teknik untuk melacak tanda kehidupan.

“Sesuai yang saya sampaikan ada 15 titik yang bisa kita deteksi dan alhamdulillah dua korban telah terevakuasi,” kata Syafii di lokasi kejadian, Rabu (1/10).

Namun dari dua korban yang berhasil dievakuasi tersebut, satu diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Satu orang lain dalam kondisi hidup dan membutuhkan pertolongan medis

“Satu kondisi sudah meninggal dunia dan satu alhamdulillah mudah-mudahan pada saat tadi kita serahterimakan dengan tim medis. Mudah-mudahan yang bersangkutan cepat pulih dan sembuh sehat kembali,” ucapnya.

Syafii mengungkapkan dengan dievakuasinya dua santri rabu sore, data sementara korban yang berhasil dievakuasi Tim SAR berjumlah 13 orang dan empat di antaranya meninggal dunia.

Namun Syafii menyebut masih ada simpang siur data korban dalam peristiwa ini. Saat ini pihaknya masih fokus melakukan upaya penyelamatan korban.

“Tadi bahwa ada kesimpangsiuran terkait dengan jumlah mungkin nanti secara perlahan, tadi fokus kita hanya di operasi untuk rescue,” ungkapnya.

Seperti diketahui, gedung tiga lantai termasuk musala di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk, Senin (29/9) sore.

Bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo Ambruk, Puluhan Santri Tertimpa Reruntuhan

Saat kejadian, diketahui ada ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan tersebut.

Dengan temuan kali ini, hingga Rabu (1/10), terdapat 106 orang korban telah dievakuasi. Dari jumlah itu, lima di antaranya dilaporkan meninggal dunia. semoga tidak ada lagi korban jiwa yang terjebak di reruntuhan.

#beransur #pesantren #ambruk #bangunan #al-khoziny #sidoarjo #buduran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *