Beransur, Bekasi, 9 Januari 2026 – Pembangunan gapura utama di Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, kini tengah menjadi pusat perhatian publik. Proyek yang menelan anggaran hampir Rp 1 miliar dari APBD Kota Bekasi Tahun 2025 tersebut memicu diskusi hangat terkait urgensi dan nilai estetikanya.
Koordinator Seksi Forum Komunikasi Warga Zamrud (FKWZ), Heru Rilano (52), menjelaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kemandirian warga. Sejak kawasan perumahan tersebut tidak lagi dikelola oleh pengembang dan telah diserahkan ke Pemerintah Daerah (Pemda), warga merasa perlu adanya penataan kawasan.
”Dukuh Zamrud ini sudah tidak ditangani developer, Sudah diserahkan ke pemda. Warga merasa perlu ada ikon dan penataan agar kawasan ini lebih tertata dan indah,” ujar Heru saat ditemui pada Jumat (9/1/2026).
Usulan ini kemudian diperjuangkan melalui mekanisme pemerintah daerah dengan menggandeng tokoh masyarakat, Agus Rohadi diharapkan dapat memperjuangkan usulan warga melalui mekanisme pemerintah daerah.
“Lewat aspirasi warga, ini disampaikan ke pak Agus Rohadi untuk dijadikan usulan ke Perintah Kota. Salah satunya ya pembangunan gapura ini,” Kata Heru
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek ini memiliki nilai pagu sebesar Rp 997 juta, dengan nilai kontrak yang dikerjakan oleh pihak kontraktor mencapai sekitar Rp 877 juta. Angka yang cukup fantastis untuk sebuah gapura ini dijelaskan Heru karena spesifikasi material yang digunakan.
“Yang bikin istimewah itu karena semuanya menggunakan struktur yang kokoh. Kemudian juga dari sisi arsitekturnya. Kami juga bikin pagar sebagai gerbang masuk bagi warga ataupun non-warga. itu kenapa sampai sebesar itu nilainya,” ujar heru
Meski mendapatkan dukungan penuh dari 100 persen perwakilan RW (belasan RW yang hadir saat sosialisasi), Heru mengakui adanya riak ketidakpuasan di tengah masyarakat. Hal ini terutama menyangkut prioritas pembangunan, mengingat masih adanya kerusakan jalan di beberapa titik kawasan tersebut.
“Dukuh Zamrud melalui RW setempat sudah dikumpulkan terlebih dahulu. Dari belasan RW yang hadir, 100 persen itu setuju. Mereka mendukung pembangunan gapura ini,” ujar dia.
Secara fisik, Heru mengaku puas dengan hasil kerja kontraktor yang dianggap menjadi kebanggaan baru bagi warga. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait transparansi.
“Secara fisiknya, puas karena kami jadi punya kebanggaan. Kalau secara kasat mata dari jauh, itu bagus hasil kerjanya. Tapi secara transparansi kerja tidak puas. Masih banyak hal – hal yang perlu di revisi atau di koreksi,”ucap heru.
Menanggapi polemik ini, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan bahwa setiap proyek pembangunan di Kota Bekasi telah melalui proses perencanaan yang matang, melibatkan masyarakat (melalui Musrenbang/Aspirasi) dan legislatif.
”Jadi saya kira kalau soal urgensi dan sebagainya, ditanyakan kepada yang mengusulkan,” kata Tri.
Ia menegaskan bahwa selama proyek tersebut sudah masuk dalam kesepakatan bersama dan ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda), maka pemerintah berkewajiban untuk melaksanakannya sesuai regulasi yang berlaku.
#beransurmedia #gapura #dukuhzambrud #kotabekasi #bekasi #walikotabekasi #triadhianto #cimuning #mustikajaya #ForumKomunikasiWargaZamrud #FKWZ #AgusRohadi #HeruRilano beransur.com
