Beransur, Jakarta (25/8/2025) – Sejumlah warga mulai memadati gerbang utama Kompleks DPR/MPR Jakarta. Pantauan di lokasi pukul 10.49 WIB, mereka mengaku datang sendiri tanpa kordinasi dengan aliansi atau kelompok tertentu

Salah satunya Daniel, pelajar SMA asal Tangerang mengaku sengaja datang dengan dua temannya untuk ikut menyuarakan pendapatnya. Dia mengatakan, aksi tersebut menjadi inisiatif mandiri sebagai cara mengkritik wakil rakyat.

“Saya ikut aksi untuk mengkritik aksi wakil rakyat, seperti gaji 3 juta per hari sangat menciderai hati rakyat yang masih susah,” ujar Daniel di lokasi, Senin (25/8/2025).

Meski harus bolos sekolah, Daniel berharap aksinya hari ini bersama pendemo lainnya tidak sia-sia. Dia ingin suaranya didengar.

“Semoga mereka mendengar suara kami,” harap Daniel.

Sementara itu, seorang pengendara ojek online (ojol) bernama Rizki mengaku sengaja menunda untuk narik. Dia sengaja ‘mangkal’ di depan Gedung MPR/DPR untuk membersamai para teman-teman ojol yang ingin menyuarakan keresahannya.

“Saya masih mantau ini karena banyak teman-teman ojol di sini. Jadi tidak narik dulu pagi ini. Kalau yang disuarakan semoga ojol bisa lebih sejahtera,” jelas Rizki.

Sebelumnya, beton yang terpasang di gerbang utama Gedung DPR/MPR berlumur oli. Pantauan di lokasi, oli tersebut merata dan juga terdapat lem aibon di sekitar tiang pagarnya.

Belum diketahui siapa yang melakukan hal tersebut. Pantauan sejak pagi hari, oli tersebut sudah ada melumuri pagar beton.

Menanggapi hal itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengaku tidak tahu. Menurut dia, tugas anggotanya hanya pengamanan dan tidak terkait soal oli dan aibon.

“Tidak ada kaitan oli-olian. Kami pengamanan saja,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat dikonfirmasi, Senin (25/8/2025).

Pantauan di lokasi, aksi massa berjalan tidak terkonsentrasi dalam satu barisan. Mereka mengaku muncul secara pribadi atas inisiatif mandiri.

Aksi demo di depan gedung MPR/DPR RI Jakarta mulai memanas. Petugas mendorong massa menjauhdarigedungMPR/DPRRI.massa tampak bergerak ke arah Slipi, Jakarta Barat. Secara perlahan massa mulai bergeser kearah Semanggi.

Massa sempat mendekat ke mobil pengurai massa. Tampak ada yang melempar barang ke arah polisi. Hal itu direspons polisi dengan menyemprot massa menggunakan water cannon.

Massa kemudian dipukul mundur. Tampak mereka berlarian ke arah Jalan Gerbang Pemuda. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo pun memberikan komando untuk mengurai dan membubarkan aksi demo.

“Bapak, Ibu ini sudah tidak kondusif banyak pelajar, anak-anak kami. Kami bubarkan, karena aksinya sudah tidak kondusif,” ucap Susatyo dari atas mobil pengurai massa.

Terlihat polisi dari dalam gedung DPR juga keluar untuk mendorong massa mundur. Hingga pukul 12.50 WIB polisi berupaya mendorong massa ke arah Jalan Gerbang Pemuda.

Sementara itu, polisi juga melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Gatot Subroto depan Gedung MPR/DPR RI. Kendaraan menuju ke Slipi dialihkan ke Jalan Gerbang Pemuda lalu ke Bendungan H”Bahasanya pengalihan jalan, yang dari arah Semanggi menuju Slipi sementara kita alihkan dulu ke arah gerbang pemuda arah Asia Afrika. (dialihkan) di kolong Ladokgi,”kata Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados.

Robby mengatakan masyarakat diarahkan memutar menuju Jalan Bendungan Hilir. Setelahnya, masyarakat bisa kembali ke arah Slipi.

“Jadi masyarakat tidak bisa ke arah Slipi lewat depan MPR DPR. tetapi kita alihkan ke kiri supaya bisa melintas kembali di Semanggi. Nanti lewat ke Slipinya lewat jalan Benhil,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *