Beransur, Jakarta, 16 Maret 2026 – Mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diprediksi akan memenuhi jalur utama menuju kampung halaman, pemerintah resmi menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk periode Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026. Kebijakan ini mencakup sistem satu arah (one way), contra flow, hingga pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor atau ganjil genap.
Sistem ganjil genap diberlakukan untuk membatasi kendaraan berdasarkan angka terakhir pada pelat nomor kendaraan.
– Arus Mudik
Penerapan ganjil genap saat arus mudik berlaku pada:
– Tol Trans Jawa KM 47 – KM 414 (dari Tol Jakarta–Cikampek kawasan Karawang hingga Tol Batang–Semarang kawasan Kalikangkung/Semarang) – Tol Tangerang – Merak KM 31 – KM 98
Aturan ini berlaku mulai 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
– Arus Balik
Sementara pada arus balik, aturan ganjil genap diterapkan di ruas:
– Tol Trans Jawa KM 414 – KM 47 (dari wilayah Semarang menuju Karawang melalui ruas Batang–Semarang, Pemalang–Batang, Pejagan–Pemalang, hingga Jakarta–Cikampek) – Tol Tangerang – Merak KM 98 – KM 31
Penerapan aturan tersebut berlaku mulai 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
Langkah strategis ini difokuskan pada sejumlah ruas tol utama, terutama di jalur Tol Trans Jawa. Jalur tersebut diprediksi tetap menjadi pilihan favorit bagi jutaan pemudik yang bergerak dari wilayah Jabodetabek menuju arah Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Guna menekan volume kendaraan di jalan tol secara efektif, sistem ganjil genap akan diberlakukan. Dalam aturan ini, kendaraan pribadi yang melintas akan dibatasi berdasarkan angka terakhir pada pelat nomor kendaraan yang harus disesuaikan dengan tanggal keberangkatan.
Meski demikian, terdapat pengecualian bagi sejumlah kendaraan prioritas. Berikut adalah kategori kendaraan yang bebas dari aturan ganjil genap, Mobil pemadam kebakaran dan ambulans. Angkutan umum dengan pelat nomor kuning. Kendaraan operasional pengelola jalan tol. Kendaraan darurat lainnya sesuai diskresi kepolisian.
Selain pembatasan pelat nomor, pemerintah juga akan menerapkan sistem One Way (Satu Arah) pada titik-titik krusial di Tol Trans Jawa. Kebijakan ini diambil untuk memaksimalkan kapasitas jalan saat puncak arus mudik berlangsung, sehingga antrean panjang dapat diminimalisir.
– Arus Mudik
Sistem one way diterapkan di ruas Tol Trans Jawa KM 70
– KM 421 (ruas ini mencakup jalur dari Cikampek di Tol Jakarta–Cikampek hingga wilayah Salatiga di Tol Semarang–Solo)
Penerapan one way saat arus mudik berlaku pada 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
Selama kebijakan ini berlangsung, kendaraan yang menuju arah Jakarta melalui gerbang tol pada ruas tersebut akan ditutup sementara.
– Arus Balik
Sementara itu, pada periode arus balik sistem one way diberlakukan dengan arah sebaliknya.
Ruas yang terdampak Tol Trans Jawa KM 421 – KM 70 (dari wilayah Salatiga menuju Cikampek)
Penerapan kebijakan ini berlaku mulai 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
Pada periode ini kendaraan yang menuju arah Semarang melalui gerbang tol akan ditutup sementara.
Selain sistem one way, rekayasa lalu lintas juga dilakukan dengan skema contraflow atau lawan arus untuk menambah kapasitas jalur kendaraan.
– Arus Mudik
Contraflow akan diterapkan di Tol Jakarta–Cikampek KM 47 – KM 70
Jadwal penerapan:
– 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB – 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
– 21 Maret 2026 pukul 12.00 – 20.00 WIB – 22 Maret 2026 pukul 09.00 – 18.00 WIB
– Arus Balik
Pada arus balik, contraflow diberlakukan di Tol Jakarta–Cikampek KM 70 – KM 47
Berlaku mulai 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
Pemerintah mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memperhatikan jadwal serta ruas jalan yang terdampak rekayasa lalu lintas.
Pemerintah menekankan pentingnya persiapan yang matang bagi masyarakat yang hendak pulang kampung. Pemudik diminta untuk Merencanakan waktu perjalanan dengan cermat untuk menghindari puncak kepadatan.
Memantau terus update jadwal resmi rekayasa lalu lintas yang akan dirilis secara berkala.
Memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan jauh.
Dengan koordinasi lintas sektoral yang kuat, diharapkan mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.
#beransurmedia #koordinasi #oneway #ganjilgenap #contraflow #mudik #perjalanan #lebaran2026 #cekkendaraan #ruastol #tol #jakarta-cikampek #update #updateterkini beransur.com
