Beransur, Hambalang, 2 Maret 2026 – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait potensi pecahnya konflik besar global yang sempat menuai skeptisisme di masa lalu, kini tampaknya mulai mendekati kenyataan. Dalam sebuah tayangan Kompas Malam baru-baru ini, Presiden Prabowo kembali menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional dan diplomasi aktif di tengah memanasnya hubungan antara Iran dan Israel.

​Beberapa tahun lalu, saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sering kali mengingatkan publik akan ancaman Perang Dunia Ke-3 dan ketidakpastian geopolitik global. Meski sempat dianggap terlalu berlebihan oleh sebagian kalangan, situasi terkini di Timur Tengah membuktikan bahwa analisis strategis tersebut memiliki dasar yang kuat.

” Yang bisa, memicu perang dunia ke-3. Ini tidak main – main, benar – benar, Saya pelajari tiap malam, saya liat oh this is very dangerous time , very dangerous time.” ujar prabowo.

Menurutnya, ancaman serangan militer AS terhadap Iran dapat menjadi pemicu utama yang memicu reaksi berantai.

” Amerika siap mau nyerang iran. Rusia mengatakan jangan nyerang iran. kalau nyerang iran berhadapan dengan saya rusia. what does it mean.” lanjutnya prabowo.

Presiden Prabowo menjelaskan, jika dua kekuatan besar seperti AS dan Rusia hingga terlibat bentrok langsung, maka dunia akan memasuki babak baru yang mengerikan. Dalam skenario terburuk, perang tersebut bahkan dapat melibatkan penggunaan senjata pemusnah massal.

” Masalah iran nanti perang dunia ke-3 dan kita sudah non blok kita sudah benar tapi kalau terjadi perang nuklir kita non blok aja kita akan kena.” tambahnya

Prabowo menjelaskan konsekuensi mengerikan dari perang nuklir, di mana tidak ada satu negara pun yang benar-benar aman. Prinsip bebas aktif yang selama ini menjadi landasan politik luar negeri Indonesia, menurutnya, tidak akan mampu menjadi tameng jika kehancuran global benar-benar terjadi.

” Mungkin yang negara negara punya nuklir ya dia mati nya lebih cepat dan kita mungkin juga mati, tetapi lebih lama. Jadi ini masa yang berbahaya. Kita hidup di masa yang penuh risiko. Kita harus hati-hati,” tutur Presiden.

​Menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, Pemerintah Indonesia melalui arahan langsung Presiden Prabowo mengambil langkah-langkah strategis: Indonesia secara konsisten mendesak de-eskalasi konflik untuk mencegah dampak yang lebih luas bagi keamanan dunia dan ekonomi global. Memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak konflik menjadi prioritas utama. Memperkuat posisi Indonesia sebagai negara netral namun aktif (bebas aktif) dalam menjaga perdamaian dunia.

​Ketegangan yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Iran, dan sekutu masing-masing menciptakan efek domino pada harga energi dan stabilitas pangan global. Indonesia, di bawah kepemimpinan Prabowo, terus memposisikan diri sebagai jembatan komunikasi (bridge builder) di kancah internasional.

​”Indonesia harus kuat. Untuk itulah saya selalu mengajak, mari kita rukun, mari kita mengatasi persoalan bersama, Kita tidak boleh naif melihat dinamika dunia. Hanya dengan kekuatan dan diplomasi yang cerdas kita bisa menjaga kedaulatan kita,” tutur Presiden dalam sebuah diskusi di Hambalang.

Pernyataan Presiden ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan diri menghadapi potensi skenario terburuk di panggung global.

Langkah-langkah fundamental ke depan diyakini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kedaulatan rakyat Indonesia, meskipun bayang-bayang konflik dunia semakin terlihat nyata.

#beransurmedia #amerikaserikat #iran #rusia #perangdunia #prabowosubianto #indonesia #prediksi #pemerintahan beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *