Beransur, Bandung, 17 Februari 2026 – Di tengah rapor hijau kepemimpinannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memberikan pernyataan yang mengejutkan publik. Meski hasil survei terbaru menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat mencapai angka fantastis 95,5 persen, Kang Dedi justru merasa pencapaiannya masih jauh dari kata maksimal.
Tanggapan tersebut disampaikan KDM merespons rilis terbaru dari Indikator Politik Indonesia pada Senin (16/2/2026). Survei yang dilakukan pada periode 30 Januari hingga 8 Februari 2026 ini memotret persepsi warga Jawa Barat terhadap satu tahun masa kepemimpinannya.
Berdasarkan data survei terhadap 800 responden tersebut, mayoritas warga Jawa Barat menyatakan dukungan yang masif. Secara rinci, sebanyak 35,8 persen warga merasa “sangat puas” dan 59,7 persen menyatakan “cukup puas”.
Menariknya, tren ini menunjukkan kenaikan dibandingkan periode Mei 2025 yang berada di angka 94,9 persen. Fenomena menarik lainnya ditemukan pada segmentasi usia, di mana tingkat kepuasan tertinggi justru datang dari generasi muda atau Gen Z yang menyentuh angka 98,1 persen.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebutkan bahwa angka ini merupakan anomali positif dalam sejarah kepemimpinan daerah di Indonesia.
“Tingkat kepuasan yang terlalu tinggi mempertahankan saja sudah cukup bagus ya, karena di banyak tempat tentu tidak mudah mendapatkan approval rating setinggi ini ya, kita banyak pengalaman kepala daerah yang approvalnya di bawah 50 persen, ini di atas 95 persen, jadi sangat tinggi dan tidak ada yang mengatakan tidak puas sama sekali, tapi ada yang kurang puas 4 persen,” ujar Burhanuddin.
Alih-alih jemawa dengan hasil tersebut, Kang Dedi Mulyadi justru memberikan evaluasi yang sangat kritis terhadap dirinya sendiri. Baginya, angka tersebut tidak boleh dijadikan indikator bahwa program kerja pemerintah sudah berjalan sempurna.
“Saya merasa belum berbuat apa-apa bagi warga Jabar. Angka 95,5 persen itu lebih kepada kecintaan warga Jabar kepada saya secara personal, bukan murni keberhasilan pembangunan,” tegas Kang Dedi dengan nada rendah hati.
Ia menekankan bahwa perjalanan satu tahun kepemimpinannya masih dalam tahap awal dan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk benar-benar mengubah wajah Jawa Barat.
Hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat mencatatkan angka kepuasan di atas 90 persen. Namun, bagi Kang Dedi, popularitas dan rasa cinta masyarakat adalah sebuah amanah berat yang harus dibayar dengan kerja nyata di lapangan.
Dedi Mulyadi menilai, angka kepuasan itu bukan cerminan keberhasilan kinerjanya selama hampir satu tahun menjabat, tapi bentuk kesetiaan warga mengawal kepemimpinannya.
“(Cerminan) Yang setia memberikan dukungan terhadap kegiatan pembangunan yang hampir berjalan satu tahun. Dan saya merasa bahwa belum berbuat apa-apa bagi warga Jabar. Saya merasa belum berbuat apa-apa,” katanya.
Sikap merunduk yang ditunjukkan KDM ini justru memicu simpati lebih luas dari netizen dan masyarakat umum. Banyak pihak menilai bahwa kejujuran pemimpin dalam mengakui kekurangan di tengah pujian adalah kualitas yang langka di panggung politik saat ini.
#beransurmedia #gubernur #jabar #jawabarat #KDM #kangdedimulyadi #dedimulyadi #AngkaKepuasanPublik #IndikatorPolitikIndonesia #pembangunan #kualitas #kota #kabupaten beransur.com
