Beransur, Bogor, 2 Febuari 2026 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan tegas mengenai kondisi kebersihan lingkungan di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini disampaikan dalam forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti bahwa masalah sampah dan lingkungan yang tidak tertata masih menjadi persoalan serius yang menghambat kualitas hidup masyarakat serta citra daerah di mata internasional.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menceritakan pengalamannya bertemu dengan pejabat Korea Selatan yang mengkritik kondisi pantai Bali yang dinilai kian kotor.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menceritakan pengalamannya bertemu dengan pejabat Korea Selatan yang mengkritik kondisi pantai Bali yang dinilai kian kotor.
“Gubernur, Bupati (pelajar) SMA, SMP, SD di bawah kendali saudara. Apa susahnya sih entah hari Sabtu, hari Jumat semua anak sekolah kumpul di pantai ini, ini pantai kita, ini halaman kita. Ayo kita bersihkan ramai-ramai, korve,” kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/2/2026).
Prabowo juga memerintahkan aparat TNI dan Polri terlibat secara aktif dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan. Ia siap menginstruksikan langsung jajaran komando kewilayahan untuk menggerakkan anggotanya.
“Apa salahnya kalau bupati dan gubernur tidak bisa saya perintah? Dandim (Komandan Distrik Militer), Danrem (Komandan Resor Militer) saya perintahkan kau gerakkan anak buahmu korve setiap hari atau setiap berapa hari, kepolisian gerakkan, korve, korve, korve,” ucap dia.
Begitu pula dengan kantor-kantor kementerian di mana semua menteri wajib memimpin jajarannya untuk bersih-bersih setidaknya selama 30 menit.sebelum masuk kekantor
“Benar ya, jangan siap-siap (saja). Minimal setengah jam, pagi-pagi sebelum masuk kantor kalau perlu menteri yang mimpin, kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah,” tutur Prabowo.
Dalam waktu dekat, Prabowo juga berencana meluncurkan Gerakan Indonesia Asri yakni aman, sehat, resik, dan indah. Melalui gerakan tersebut, seluruh instansi pemerintah diminta menjadi contoh dengan memimpin kegiatan kerja bakti secara rutin.
“Anak sekolah tidak apa-apa (ikut bersih-bersih) pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan, ribuan (orang terlibat) itu cepat modalnya nanti apa? Modalnya gerobak-gerobak, truk-truk sampah dan sebagainya,” ucap dia.
Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mendukung sektor pariwisata. Presiden menekankan bahwa kedisiplinan dalam pengelolaan sampah harus dimulai dari komitmen pemimpin daerah dalam menyediakan infrastruktur dan edukasi kepada warga.
Maka dari itu, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) bakal membangun 34 fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) dengan total investasi hingga 3,5 miliar dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 58.783 triliun).
“Untuk itu tahun ini kita akan buka 34 proyek pembangunan waste to energy di 34 kota ini. Saya minta ground breaking beberapa bulan ini dilaksanakan, ini (PSEL) kami perkirakan dua tahun lagi sudah berfungsi,” kata Prabowo.
Tak hanya di kota besar, PSEL secara bertahap bisa dibangun di kabupaten/kota yang memenuhi prasyarat proyek Waste to Energy.
“Penyelesaian masalah sampah kita perlu kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tetapi kita tidak boleh menunggu. Karena itu, bila perlu demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin,” imbuh dia.
Jenis sampah yang paling banyak, antara lain sisa makanan 40,79 persen, serta sampah plastik dan kayu atau ranting yang masing-masing 19,95 persen dan 13,7 persen. Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah 100 persen pada 2029 mendatang.
Lead of Waste to Energy BPI Danantara Indonesia, Fadli Rahman, mengungkapkan, teknologi ini lebih canggih dibandingkan 80 persen teknologi serupa yang diterapkan di China. Diketahui, China adalah salah satu negara yang sukses menjalankan program WtE.
“Kami tidak menerapkan teknologi yang lama tetapi teknologi yang baru, yang setiap posisi memiliki karakteristik yang berbeda-beda tetapi standarnya jauh lebih tinggi daripada yang kami sudah set di proposal (WtE),” kata Fadli dalam diskusi Tenggara Strategics, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2026).
Melalui Rakornas ini, diharapkan ada langkah sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah sehingga target Indonesia bersih dapat tercapai lebih cepat di tahun 2026 ini
#beransurmedia #sampah #kotor #apek #kumuh #tidaklayak #usang #jelek #bau #lingkungan #pencemaran beransur.com
