Beransur, Jakarta, 31 Januari 2026 – Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai tancap gas dalam memperkuat sektor energi nasional. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah instruksi untuk meningkatkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional secara signifikan, dari yang semula hanya bertahan untuk 21 hari menjadi tiga bulan (90 hari).
Kebijakan ini merupakan bagian dari visi besar Presiden yang mencakup empat pilar utama energi: kedaulatan, ketahanan, kemandirian, dan swasembada energi.
Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa arahan Presiden sangat jelas mengenai posisi energi Indonesia di mata dunia.
”Yang pertama adalah kedaulatan energi, tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun. Yang kedua adalah tentang ketahanan energi. Kita tahu bahwa ketahanan energi (cadangan BBM) kita hanya sekitar 21 hari. Ini akan kita tingkatkan menjadi tiga bulan,” ujar Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), Bahlil Lahadalia, usai pelantikan Anggota DEN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1).
Menurut Bahlil, peningkatan cadangan hingga tiga bulan adalah langkah krusial untuk melindungi kepentingan nasional dari ketidakpastian global maupun gangguan pasokan di masa depan.
Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah berkomitmen untuk memperluas kapasitas penyimpanan di dalam negeri. Hal ini dilakukan karena cadangan fisik tidak mungkin meningkat tanpa adanya fasilitas yang memadai. Pemerintah akan menggenjot pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) baru di berbagai titik strategis.
Saat ini, Indonesia masih mengandalkan impor BBM sekitar 30 juta kiloliter per tahun, mencakup jenis solar maupun bensin.
Bahlil menekankan bahwa ketergantungan pada impor ini akan dikurangi secara bertahap melalui peta jalan (roadmap) menuju kemandirian energi yang pada akhirnya bermuara pada swasembada.
Upaya penguatan sektor energi ini sejalan dengan Asta Cita, delapan program prioritas pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Poin kedua dalam program tersebut secara spesifik menekankan pentingnya: Swasembada Pangan dan Energi, begitu juga Kemandirian Air
Saat ini, pemerintah tengah merampungkan aspek regulasi dan kelembagaan pendukung, serta menjajaki kerja sama internasional untuk memastikan peta jalan energi ini berjalan sesuai rencana. Dengan cadangan yang lebih kuat, Indonesia diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih tinggi dan stabilitas ekonomi yang lebih terjaga.
#beransurmedia #DewanEnergiNasional #DEN #ESDM #BahlilLahadalia #BBM #energi #stok #indonesia beransur.com
