Beransur, Bekasi, 29 Januari 2026 – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi dalam sepekan terakhir mengakibatkan ribuan warga di dua desa harus berjibaku dengan genangan air. Hingga hari ini, Rabu (28/01/2026), banjir yang merendam Desa Buni Bakti dan Desa Muara Bakti dilaporkan belum juga surut.
Luapan air berasal dari dua sungai besar yang melintasi wilayah tersebut, yakni Kali CBL (Cikarang Bekasi Laut) dan Kali Bekasi. Debit air yang meningkat drastis melampaui kapasitas tanggul, sehingga air meluber ke pemukiman warga dengan ketinggian yang bervariasi.
Memasuki hari kedelapan, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga lumpuh total. Berdasarkan pantauan di lokasi. Aktivitas warga terganggu, Terpaksa melakukan kegiatan sehari-hari di tengah genangan air, termasuk untuk kebutuhan logistik dan MCK. Warung-warung kecil milik warga tampak tutup atau hanya beroperasi seadanya dengan kondisi terendam Air. Warga mulai mengeluhkan penyakit kulit dan perlunya bantuan air bersih serta obat-obatan karena genangan air yang sudah mulai kotor.
Sejumlah warga menyatakan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang terlama. Mereka berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah, baik berupa bantuan logistik darurat maupun solusi jangka panjang seperti normalisasi kali dan perbaikan drainase.
“Sudah delapan hari air tidak mau turun. Kami kesulitan beraktivitas, apalagi untuk mencari nafkah. Kami berharap ada bantuan makanan dan air bersih yang rutin masuk ke sini,” ujar salah satu warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait dari BPBD Kabupaten Bekasi masih melakukan monitoring di lokasi untuk mendata kerugian dan menyalurkan bantuan kepada para pengungsi.
#beransurmedia #banjir #kabupatenbekasi #kabbekasi #bekasi #BPBD #bencanabanjir #normalisasi #kalibekasi #kali #sungai #desa #BuniBakti #MuaraBakti beransur.com
