Beransur, Budapest, 21 Januari 2026 – Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, melontarkan peringatan keras terkait arah kebijakan Uni Eropa (UE) yang dianggapnya semakin menjauh dari jalur perdamaian. Dalam sebuah unjuk rasa anti-perang yang digelar pada Sabtu (17/1/2026), Orban mengklaim bahwa para pemimpin Eropa saat ini tengah membentuk apa yang ia sebut sebagai “dewan perang” untuk mempersiapkan kemenangan jika Perang Dunia III pecah.

​Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan geopolitik global yang mencapai titik didih, di mana diplomasi tampaknya mulai ditinggalkan dan digantikan oleh retorika kekuatan militer.

​Menurut Orban, suasana dalam pertemuan-pertemuan tingkat tinggi di Brussel telah berubah secara drastis. Ia menyebutkan bahwa blok tersebut tidak lagi memprioritaskan solusi diplomatik, melainkan secara sistematis bergerak menuju persiapan konfrontasi militer skala besar.

​”Saya duduk di sana bersama mereka, dan saya katakan dengan sangat tegas bahwa mereka akan pergi berperang,” ujar pemimpin berusia 62 tahun tersebut di hadapan massa pendukungnya.

​Ia secara khusus menyoroti sikap negara-negara besar seperti Prancis dan Jerman. Menurutnya, para pemimpin dari negara-negara penyokong utama Uni Eropa tersebut kini tidak lagi membicarakan perdamaian, melainkan fokus pada penguatan aliansi untuk konflik langsung.

​Ketegangan di Eropa semakin diperumit oleh dinamika internal aliansi NATO. Di belahan bumi barat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang stabilitas aliansi dengan dorongan agresif terbarunya untuk mencaplok Greenland.

​Langkah kontroversial Trump ini dianggap menambah beban ketidakpastian bagi keamanan kolektif Eropa. Di satu sisi, Eropa merasa perlu mempersiapkan diri menghadapi ancaman dari timur, namun di sisi lain, hubungan dengan mitra utama mereka di NATO (Amerika Serikat) sedang dalam kondisi yang fluktuatif akibat kebijakan luar negeri Washington yang tak terduga.

​Viktor Orban selama ini dikenal sebagai figur politik yang kerap mengambil posisi berbeda dari arus utama kebijakan Uni Eropa. Ia secara konsisten menentang pengiriman bantuan militer ke wilayah konflik dan lebih memilih mempertahankan jalur komunikasi dengan pihak-pihak yang dianggap lawan oleh Barat.

​Dalam pidatonya, Orban memperingatkan bahwa jika Uni Eropa tidak segera mengubah arah kebijakannya, blok tersebut akan “bergerak mantap menuju konflik langsung” yang dapat menghancurkan stabilitas benua tersebut selama berdekade-dekade mendatang.

Pernyataan Orban ini mencerminkan keretakan yang semakin dalam di internal Uni Eropa antara faksi yang pro-militerisasi dan faksi yang mendorong netralitas atau diplomasi. Dengan kondisi geopolitik 2026 yang semakin tidak menentu, suara Orban menjadi pengingat akan besarnya risiko eskalasi yang sedang dihadapi dunia saat ini.

#beransurmedia #Greenland #nato #militer #perangduniaIII #perang #eropa #amerika #asia #afrika beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *