​Beransur, Jakarta, 14 Januari 2026 – Kementerian Pertanian (Kementan) terus membuktikan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pertanian yang bersih dan berdaulat. Melalui kanal pengaduan langsung “Lapor Pak Amran”, berbagai praktik penyimpangan besar berhasil diungkap dan ditindak tegas, memberikan sinyal kuat bahwa tidak ada ruang bagi “mafia” di sektor pangan.

​Program ini terbukti bukan sekadar formalitas. Berdasarkan data terbaru, keberanian masyarakat dalam melaporkan kejanggalan di lapangan telah membuahkan hasil nyata.

Beberapa keberhasilan krusial yang berhasil dicapai antara lain: Pencabutan izin terhadap ribuan kios pupuk subsidi yang terbukti melakukan praktik “nakal” dan merugikan petani kecil. Penggagalan peredaran beras ilegal yang berpotensi merusak stabilitas harga dan kualitas pangan di pasar. Keberhasilan menggagalkan penyelundupan 133,5 ton bawang bombay ilegal berpenyakit yang sangat berisiko menularkan hama pada komoditas lokal.

​”Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti. Kami pastikan tidak ada ampun bagi para pelanggar yang mencoba bermain-main dengan hajat hidup petani,” tegas pihak Kementerian Pertanian. ​

Kementerian Pertanian menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa peran aktif petani di lapangan, praktik pungli, penyelundupan, dan kecurangan distribusi akan sulit diberantas hingga ke akar-akarnya.

Kementan kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap kritis dan tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi:
​Praktik Pungli dalam layanan pertanian.
​Penyelundupan komoditas dari luar negeri.
​Kecurangan Distribusi pupuk maupun benih bersubsidi.
​Praktik Ilegal lainnya yang merugikan kesejahteraan petani.

​Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau menemukan pelanggaran, dapat langsung menghubungi kanal resmi:
​Hotline Lapor Pak Amran: 0823-1110-9390 (WhatsApp/Telepon)

​Langkah ini diharapkan dapat terus menjaga marwah pertanian Indonesia agar tetap mandiri, bersih, dan sepenuhnya berpihak pada kepentingan petani nasional.

#beransurmedia #KementerianPertanian #Kementan #LaporPakAmran” #Amran #PertanianBerdaulat #LaporPakAmran #StopMafiaPangan #PetaniSejahtera #mafia #pangan #indonesia beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *