Beransur, Jakarta, 8 Januari 2026 – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi terkait sorotan publik mengenai keterlibatan yayasan-yayasan yang diduga terafiliasi dengan tokoh politik dan aparat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan menegaskan bahwa keterlibatan para mitra tersebut sejauh ini memberikan kontribusi positif, terutama dalam hal pendanaan infrastruktur.
“Mitra berkontribusi positif dalam program MBG, semua mengeluarkan dana investasi untu membangun SPPG,” kata dadan
Dadan menekankan bahwa pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga saat ini sama sekali tidak menggunakan anggaran negara atau APBN. Seluruh fasilitas tersebut dibangun menggunakan dana investasi pribadi dari masing-masing mitra yayasan.
”Semua mitra mengeluarkan dana investasi sendiri untuk membangun SPPG. Itu pakai dana pribadi mereka. Hingga saat ini, belum satu pun SPPG dibangun dengan uang negara,” ujar Dadan kepada media, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan data terbaru dari BGN, pertumbuhan unit SPPG menunjukkan tren yang sangat pesat, hingga 31 Desember 2025 telah terbentuk sebanyak 19.188 SPPG diberbagai daerah. Jumlah tersebut sepenuhnya dibiayai oleh masing – masing mitra tanpa melibatkan dana APBN.
“Per 7 Januari 2026: 19.800 unit SPPG bahkan sudah bertambah menjadi 19.800 unit,” jelasnya.
Menurut Dadan, kemitraan ini dijalankan secara profesional dan independen. Meski ada afiliasi tertentu, setiap mitra tetap berada di bawah pengawasan ketat BGN untuk memastikan transparansi dan pemenuhan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.
Pernyataan BGN ini muncul sebagai respons atas laporan Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Seira Tamara. ICW mengungkapkan adanya 9 yayasan mitra MBG yang memiliki keterkaitan dengan jaringan relawan serta organisasi kemasyarakatan (ormas) pendukung kandidat tertentu pada Pemilu 2024.
”Penelusuran kami menemukan keterkaitan yayasan dengan aktor politik melalui ormas dan relawan pendukung kandidat tertentu,” jelas Seira dalam keterangan tertulus, dikutip Rabu (7/1/2026)
Berikut Daftar 9 Yayasan yang Terafiliasi Politik dan Aparat:
Dalam kelompo ormas dan relawan pendukung Prabowo – Gibran, ICW menemukan Lima Yayasan.
1. Yayasan Indonesia Food Security Review
2. Yayasan Al-Ishlah Bondowoso
3. Yayasan Darul Ilhamiyah Nusantara
4. Yayasan Bowo Garuda Indonesia
5. Yayasan Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya
Sementara itu, pada kategori ormas dan relawan pendukung Presiden Joko Widodo, ICW mencatat dua yayasan:
1. Yayasan Berkat Gemilang Nusantara
2. Yayasan Organisasi Masyarakat Sipil Barisan Rakyat Peduli
Sementara itu, pada kategori ormas dan relawan pendukung Presiden Joko Widodo, ICW mencatat dua yayasan:
1. Yayasan Berkat Gemilang Nusantara
2. Yayasan Organisasi Masyarakat Sipil Barisan Rakyat Peduli
Meski mendapat sorotan tajam terkait potensi konflik kepentingan, Kepala BGN meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi. Ia menjamin bahwa fokus utama program ini tetap pada kepentingan publik, khususnya pemenuhan gizi anak-anak secara optimal.
”Yang terpenting, program ini berjalan untuk kepentingan publik. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama kami,” tegas Dadan menutup keterangannya.
#beransurmedia #MBG #BGN #SPPG #SatuanPelayananPemenuhanGizi #makananbergizigratis #PenelitiIndonesiaCorruptionWatch #ICW #KepalaBadanGiziNasional #DadanHindayana #APBD #beransur.com
