Beransur, Jakarta, 15 Desember 2025 – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan reaksi keras dan emosional terhadap usulan dari pihak Bea Cukai yang berencana mengirimkan baju impor hasil tangkapan, atau yang dikenal sebagai balpres (ball-press/pakaian bekas), sebagai bantuan untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh.

​Dalam sebuah momen yang terekam dan menjadi viral, Menkeu Purbaya dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya. Menurutnya, tindakan mengirimkan balpres untuk bantuan jauh lebih buruk daripada tidak memberi bantuan sama sekali.

​”Lebih baik saya tidak membantu daripada saya bantu balpres,” ujar Menkeu Purbaya dengan nada tinggi, sebagaimana tertera dalam kutipan pada tangkapan layar.

​Penolakan ini didasari pada pandangan bahwa bantuan seharusnya diberikan dalam bentuk yang layak dan bermartabat, bukan barang yang statusnya masih diperdebatkan atau dianggap ilegal. Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya menjaga nama baik pemerintah dan kementerian dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

​Selain menolak usulan tersebut, Menkeu Purbaya juga memberikan teguran langsung kepada pihak Bea Cukai terkait pernyataan publik yang sembarangan.

​”Menkeu Purbaya juga langsung menegaskan ke pihak Bea Cukai, agar tidak sembarang memberikan pernyataan. Apalagi terkait balpres ilegal,” demikian laporan yang dikutip dari Merdeka.com. Ia menutup tegurannya dengan kalimat peringatan, “Lu jangan kasih pernyataan aneh-aneh.”

​Insiden ini menyoroti sensitivitas isu pakaian bekas impor ilegal (balpres) yang telah lama menjadi perhatian pemerintah karena dapat merusak industri tekstil dalam negeri.

Keputusan Menkeu Purbaya menegaskan sikap pemerintah untuk tidak mengasosiasikan barang ilegal, meskipun untuk tujuan kemanusiaan, dengan bantuan resmi negara.

#beransurmedia #impor #ilegal #balpres #ballpres #barangbekas #barang #bekas #sumatra #aceh #purbaya beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *