Beransur, China, 12 Desember 2025 – Gou Zhongwen, Mantan Kepala Administrasi Umum Olahraga China, dijatuhi hukuman mati dengan masa penangguhan dua tahun setelah dinyatakan bersalah atas kasus suap dan penyalahgunaan wewenang yang berlangsung selama lebih dari 15 tahun.

​Pengadilan di China telah mengambil keputusan tegas terhadap salah satu pejabat tinggi di sektor olahraga. Berdasarkan informasi yang diungkapkan pengadilan, Gou Zhongwen terbukti menerima suap dengan nilai yang sangat fantastis.

​Gou Zhongwen terbukti menerima suap yang nilainya melebihi 236 juta yuan. Jumlah ini, jika dikonversi, setara dengan sekitar Rp558 miliar. Tindakan pidana ini dilakukan oleh Gou dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni mulai dari tahun 2009 hingga 2024.

​Nilai suap yang sangat besar tersebut, menurut penilaian pengadilan, berdampak sosial yang “sangat parah”. Kasus korupsi ini dinilai tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga merusak kepentingan publik secara signifikan.

​Hukuman mati dengan penangguhan dua tahun berarti bahwa hukuman tersebut dapat diubah menjadi penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat, asalkan terpidana menunjukkan penyesalan dan tidak melakukan kejahatan serius lainnya selama masa penangguhan. Putusan ini mencerminkan sikap keras Pemerintah China dalam memerangi korupsi, terutama di kalangan pejabat tinggi.

​Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan sektor olahraga yang strategis di China, dan pengadilan menekankan bahwa penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Gou Zhongwen telah menimbulkan kerugian besar bagi citra negara.

#beransurmedia #GouZhongwen #china #korupsi #hukummati #hukum #hukuman #mati #pejabat beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *