Bekasi, 5 Oktober 2025 – Kemacetan lalu lintas yang parah melanda kawasan Bekasi Utara pada Sabtu malam, 4 Oktober 2025. Antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah ruas utama seperti Jalan Raya Kaliabang, Perjuangan, hingga Harapan Indah. Kondisi ini membuat banyak pengendara harus terjebak berjam-jam di tengah kepadatan arus kendaraan.
Pantauan di lokasi menunjukkan, kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan sangat rendah akibat jalan yang berlubang dan bergelombang. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh minimnya penerangan di beberapa titik, membuat pengendara kesulitan menghindari lubang jalan di tengah malam.
“Macetnya bukan cuma karena ramai, tapi karena jalan rusak parah. Banyak yang ngerem mendadak karena lubang,” keluh Rudi, warga Bekasi Utara yang terjebak di kawasan Duta Harapan.
Pemerintah Kota Bekasi telah mengeluarkan imbauan melalui media sosial agar masyarakat mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan jika tidak mendesak. Namun, banyak warga menilai imbauan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar masalah.
Kota Bekasi Punya Walikota Dengan Visi Pembangunan Yang Jelas
Warga mendesak Pemkot Bekasi segera memperbaiki infrastruktur jalan yang dianggap tidak layak untuk volume kendaraan yang semakin meningkat. Proyek perbaikan yang sedang berjalan pun dinilai belum maksimal karena masih banyak ruas jalan dibiarkan rusak tanpa perawatan.
“Kalau terus begini, macetnya nggak akan pernah selesai. Pemerintah harus serius perbaiki jalan, bukan tambal-tambal seadanya,” ujar Lina, pengguna kendaraan roda dua.
Kemacetan di Bekasi Utara kini menjadi simbol klasik buruknya manajemen infrastruktur perkotaan. Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, warga khawatir kemacetan dan kerusakan jalan akan menjadi masalah kronis yang terus berulang setiap akhir pekan.
