Beransur, Bekasi 20 September 2025 – kembali bergejolak Suara lantang mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STIES Mitra Karya mengguncang halaman Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, Jum’at (19/09/25). Dengan membawa spanduk dan orasi penuh amarah, mereka menuntut satu hal: usut tuntas dugaan korupsi di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi terkait proyek pengadaan dan pemeliharaan halte dari APBD 2023.

“Ini bukan sekadar halte, ini tentang harga diri rakyat Bekasi! Uang pajak warga jangan dijadikan bancakan,” teriak korlap aksi, Fiqril Ismail. dari depan pintu gerbang Kejari kota Bekasi.

Gelombang suara mahasiswa itu bukan tanpa alasan. Inspektorat telah lebih dulu menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. Namun hingga kini, publik hanya dibiarkan menunggu tanpa kepastian.

Ketua Komisariat PMII STIES Mitra Karya, M. Dio Pramuza, menegaskan, praktik semacam ini adalah bentuk penghianatan pada rakyat.

“Warga dipaksa bayar pajak, tapi pejabat malah berpesta dengan dalih pemeliharaan halte. Kami tidak akan diam!” ujarnya dengan suara bergetar menahan geram.

Tak berhenti pada teriakan, massa PMII menyerahkan dokumen investigasi Inspektorat langsung ke pihak Kejari sebagai bukti seriusnya tuntutan mereka.Bahkan ultimatum keras dilontarkan: dalam waktu 7×24 jam, Kejari wajib memberikan tindak lanjut. Jika tidak, massa yang lebih besar akan kembali mengepung kantor kejaksaan.

Adapun tiga tuntutan utama mahasiswa adalah:

1. Mendesak PPID Dishub Bekasi membuka transparansi anggaran 32 halte “sultan” dan 10 halte lainnya.

2. Meminta Kejari segera mengusut dugaan korupsi APBD 2023.3. Menuntut agar perkembangan penyelidikan diumumkan terbuka demi akuntabilitas.

Aksi ini menegaskan: mahasiswa tidak rela kasus halte Bekasi dikubur menjadi arsip. Uang rakyat harus dipertanggungjawabkan, dan hukum harus berdiri tegak!

Penulis : Nirvan

#beransur #mahasiswa #bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *