Bekasi, Jakarta 30 September 2025;– Sebuah tayangan podcast terbaru dari dr. Richard Lee bikin geger jagat maya. Berjudul kontroversial “ULAMA BIADAB?! LEC3HKAN ANAK ANGKAT!! ORANG DALAM UNGKAP INI!”, podcast berdurasi lebih dari satu jam itu jadi sorotan publik karena mengungkap kasus pelecehan seksual serius.
Dalam video tersebut, dr. Richard Lee ditemani dua wanita yang memilih untuk menutup wajah mereka dengan topeng, demi alasan keamanan dan sensitivitas kasus. Dua wanita tersebut, sebut saja Mbak S dan ZA, berani buka suara tentang pengalaman mengejutkan mereka, menjadi korban pelecehan seksual oleh individu yang disebut sebagai “ulama” dan merupakan ayah angkat mereka.
Dr. Richard Lee sendiri mengaku merasa sedih dengan topik ini karena khawatir akan merusak citra Islam. Namun, ia merasa kasus ini sangat penting untuk diangkat ke publik agar mendapat perhatian luas.
“Sebelumnya aku turut bersedih kepada kalian berdua. Kalau kalian tidak siap atau ada sesuatu yang tidak berkenan kasih tau saya,” ujar dr. Richard Lee memulai percakapan, menunjukkan rasa empatinya.
Kisah Pilu Para Korban: Dipaksa Berhubungan Seks Sejak SD
Korban pertama, Mbak S, menceritakan pengalamannya yang sangat memilukan. Ia mengaku dipaksa melakukan oral, berhubungan intim, dipeluk, dicium, dan segala macam bentuk pelecehan oleh ayah angkatnya itu sejak ia masih kelas 6 SD.
Awalnya, Mbak S diminta menemani ibu tirinya (istri pelaku) karena sang istri merasa takut di rumah. Seiring waktu, si pelaku mulai meminta untuk mengantar Mbak S ke sekolah. Di tengah perjalanan, pelaku berhenti, mengeluh kemaluannya gatal, dan meminta Mbak S memeganginya. Puncaknya, pelaku memaksanya melakukan hal-hal seperti di film porno yang bahkan ia tontonkan kepada Mbak S.
“Setelah itu dia terus melakukan di rumah juga. Kadang tiba-tiba juga ketika aku sedang tidur dia juga masuk kamar, kaya membangunin aku tidur nyuruh aku salat tapi pegang-pegang kemaluan, megang-megang payudara,” lanjut Mbak S. Ia hanya bisa diam karena bingung dan takut. Ketakutannya semakin besar karena ia pernah melihat pelaku bersikap kasar pada istrinya, sehingga ia takut akan diperlakukan sama jika berani bicara.
Korban Lain Mengalami Kekerasan dan Pelecehan Sejak Kecil
Korban kedua, ZA, yang duduk di samping Mbak S, juga membagikan cerita yang tak kalah mengerikan. Ia diangkat anak oleh pelaku dengan alasan pelaku ingin ‘memancing’ anak agar istrinya bisa hamil. Sejak kecil, ZA sudah mengalami kekerasan fisik oleh pelaku, termasuk pernah dimasukkan ke gentong berisi air saat mandi, dan ditampar keras sampai matanya memerah.
Pelecehan seksual dimulai saat ZA kelas satu SMP dengan sentuhan-sentuhan yang awalnya ia pikir wajar sebagai orang tua kepada anak. Namun, saat kelas dua SMP, saat ia sedang liburan pesantren dan tidur di rumah, pelaku melakukan persetubuhan dengannya. Pelaku melakukan aksinya saat istrinya tidak ada di rumah, bahkan kadang sengaja menyuruh istrinya pergi, misalnya dengan mengantar buah-buahan ke rumah orang tua kandung ZA saat pelaku sedang ada jadwal ceramah. Di saat itulah pelaku berhubungan intim dengan ZA.
Bukti Transfer Uang dengan Syarat Video Mandi
Mendengar cerita yang sangat sensitif, dr. Richard Lee sempat bertanya soal bukti, mengingat posisi pelaku yang adalah seorang ulama atau guru. “Mohon maaf saya menanyakan kepada kalian, apakah kalian mempunyai bukti tidak berbicara seperti itu. Soalnya ini kita kan berbicara yang di mana beliau itu ulama ya, seorang guru, aku tidak juga memfitnah karena aku saya guru dan respek pada guru,” tanya dr. Richard Lee.
ZA mengonfirmasi bahwa mereka punya bukti, salah satunya adalah bukti chat. Pelaku disebut sering mentransfer uang kepada ZA, namun sebagai imbalannya, pelaku meminta ZA mengirimkan video dirinya sedang mandi. Pelaku terus menerus meminta video tersebut bahkan sampai ZA kuliah, dengan alasan “Ayah selalu kirim transfer uang tanpa kamu meminta, kamu enggak kirimin ayah video, masa harus ayah yang meminta.
Kasus Pencabulan Tokoh Agama Gegerkan Bekasi, kini MR ditetapkan sebagai tersangka
“Dr. Richard Lee Janji Kawal Kasus Sampai Tuntas
Di Akhir perbincangan, dr. Richard Lee menawarkan bantuan serius kepada kedua korban. “Saya akan bantu kalian, tapi kalian janji kepada saya untuk tidak ada kata DAMAI untuk pelaku,” pinta dr. Richard Lee.
Setelah mendapat persetujuan dari Mbak S dan ZA, dr. Richard Lee langsung menghubungi rekannya untuk mempersiapkan konferensi pers dan menindaklanjuti kasus pelecehan seksual ini. Ia berkomitmen untuk mendukung dan mendampingi kedua korban dalam proses hukum. Kisah ini diharapkan bisa mendapat atensi publik dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
#beransur #Dr.richard #pelecehan #sexsual #korban #kabbekasi #bekasi #tambunselatan #tambun
