Beransur, Ternate 27 November 2025 – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Siti Hediati Hariyadi, S.E. atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perum Bulog Tabahawa, Maluku Utara. Sidak yang dilakukan pada akhir September 2025 ini bertujuan untuk memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di daerah tersebut aman dan memiliki kualitas yang layak konsumsi.

​Dalam sidak tersebut, Titiek Soeharto dan rombongan Komisi IV DPR RI menemukan fakta yang cukup memprihatinkan. Ditemukan sekitar 1.200 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disimpan terlalu lama, yaitu sejak Mei 2024, dan mengalami penurunan kualitas.

“Masuk ini Mei 2024. Warnanya sudah abu-abu. Kenapa tidak disalur-salurkan? Kalau SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dapatnya kaya gini saya rasa tidak layak. Ini ada batu, mungkin buat makan ternak ya.” tegas Titiek Soeharto saat mengecek kondisi beras di lokasi.

​Beras lokal yang ditemukan telah berubah warna menjadi keabu-abuan, bahkan beberapa ditemukan berkutu dan bercampur dengan kerikil, sehingga dinilai tidak layak lagi untuk dikonsumsi masyarakat, termasuk untuk program bantuan pangan.

​Titiek Soeharto menyoroti lambannya proses penyaluran beras di Maluku Utara. Menurutnya, masa simpan beras di gudang tidak seharusnya terlalu lama, maksimal sekitar 6 bulan, agar kualitasnya tetap terjaga. Penumpukan stok ini menunjukkan adanya masalah dalam rantai distribusi dan koordinasi.

​Titiek menekankan bahwa Perum Bulog di daerah hanya bertindak sebagai operator gudang, sementara kebijakan dan instruksi distribusi berada di tangan kementerian teknis terkait, yaitu Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

​Komisi IV DPR RI mendesak Pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, Bapanas, dan Bulog, untuk segera melakukan langkah-langkah nyata, termasuk mengeluarkan stok beras yang lama dan meningkatkan koordinasi lintas lembaga agar kejadian serupa tidak terulang.

​Respons Bulog dan Langkah Selanjutnya
​Menanggapi temuan tersebut, Direktur Utama Perum Bulog segera mengunjungi Ternate dan mengakui adanya penurunan mutu pada sebagian kecil stok. Bulog menyatakan akan segera mengambil tindakan, termasuk melakukan reprocessing (pengolahan ulang) terhadap beras yang mengalami penurunan kualitas tersebut agar tetap dapat dimanfaatkan sesuai prosedur yang berlaku.

​Komisi IV DPR RI berencana membawa temuan ini ke Rapat Kerja untuk membahas langkah percepatan distribusi beras dan memperkuat pengawasan stok pangan nasional demi menjamin hak masyarakat atas pangan yang berkualitas, sehat, dan terjangkau.

#beransur #ternate #malukuutara #maluku #tabahawa #beras #busuk #bapanas #mentripertanian #pertanian #SitiHediatiHariyadi #titieksoeharto #bulog #DPRRI beransur.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *